Harun Yahya

7 01 2008
Menggunakan Teori Evolusi Untuk Berdakwah
Adnan Oktar alias harun Yahya, dilahirkan tahun 1956 di kota Ankara, Turki dan dibesarkan di kota tersebut hingga lulus SMU. Kegelisahan dan kepeduliannya akan agama islam mulai tumbuh melalui berbagai macam buku agama yang dibacanya. Pada tahun 1979, Adnan pindah ke Istambul untuk menuntut ilmu di Universitas Mimar Sinan. Di kampus ini ia tergerak untuk memulai misi dakwahnya.

Sebagaimana Turki pada umumnya, berada di bawah pengaruh berbagai organisasi berhaluan marxis. Sebagian besar staf dan mahasiswa memiliki kecendrungan materialis dan ateis. Oktar dikenal sebagai seorang kutu buku. Buku-buku ideologi kiri, termasuk karya-karya klasik dan literatur-literatur lain yang jarang dibaca orang pun dilahapnya. Bagian-bagian penting buku itu ditandainya dan dicatat dibagian belakang buku itu.

Setelah melakukan riset yang mendalam tentang teori evolusi dan mengumpulkan informasi yang cukup, Adnan Oktar segera menggunakannya untuk modal berdakwah. Hampir ke setiap orang di kampusnya, ia mendakwahkan keberadaan Allah dan kebenaran Al-qur’an dengan menggunakan bukti-bukti ilmiah dan kelemahan filsafat materialisme dengan argumentasi dari buku-buku yang menjadi referensi ideologi itu sendiri.

Sejak tahun 1979, Oktar mencanangkan sebuah proyek, membongkar wajah asli teori evolusi Darwin yang selalu menjadi topik prioritas para biolog. Pada tahun 1986, ia berhasil mengumpulkan semua hasil risetnya yang berharga mengenai Darwinisme dan ia membukukannya dengan judul “Makhluk Hidup dan Evolusi” yang membeberkan kebuntuan teori evolusi dan menyodorkan fakta secara ilmiah. Dalam buku itu diungkapkan, tak satu pun makhluk hidup yang muncul di dunia secara kebetulan tanpa pencipta. Semua biaya penerbitan buku tersebut ditanggungnya sendiri dengan uang hasil dari penjualan beberapa harta warisan yang diterimanya. Kemudian buku itu dibagikan secara cuma-cuma dan ia mendiskusikannya dengan siapapun yang ditemuinya.

Di beberapa universitas, diselenggarakan seminar tentang teori evolusi, yang berujung dengan kekecewaan para Darwinis, karena bukti-bukti teori penciptaan yang lebih ilmiah. Reaksi lain pun bermunculan, beberapa mehasiswa di universitas tersebut secara terang-terangan mengintimidasi Oktar yang mengancam nyawanya jika ia tidak menghentikan aktivitasnya. Namun Adnan Oktar tidak bergeming. Lama-kelamaan para tokoh marxis di kampus mulai menghindar karena tidak mampu membantah argumentasinya.

Akhirnya, di tahun 1982, beberapa mahasiswa baru mendukung Adnan Oktar dalam dakwahnya. Tema utama pembicaraan Oktar dengan para pemuda tersebut adalah keajaiban dalam ciptaan Allah, kelemahan teori-teori kaum matrealis dan ateis. Belakangan, ketaatan mereka membuat takjub masyarakat di sekitar tempat tinggal mereka. Saat itu, Oktar pindah ke Universitas Istambul dan mengambil jurusan filsafat. Di sana lebih banyak orang yang bersimpati dan kagum dengan pandangan dan sikapnya yang santun. Sejumlah besar siswa sekolah menengah tingkat atas pun menyempatkan diri untuk berdiskusi dengannya.

Nama Oktar pertama kali muncul di majalah Nokta, tahun 1986, dan telah membuatnya lebih dikenal masyarakat luas. Laporan yang dimuat dengan judul “Pendukung Setia dari Kampus” ini berkiah tentang Adnan Oktar dan kiprahnya dalam mengkomunikasikan pesan-pesan Islam kepada para pemuda di sekelilingnya. Sejak saat itu banyak mahasiswa, kebanyakan dari universitas Bosphorus yang paling ternama di Turki, berdatangan dan ikut berdiskusi dengan Oktar.

Keberhasilan Adnan Oktar mendakwahkan pesan-pesan Islam kepada lapisan masyarakat yang paling jauh dari agama ini pun semakin menarik perhatian media. Hingga awal musim panas di tahun yang sama, hampir setiap hari laporan tentang Oktar dimuat. Beberapa media, bahkan menampilkan namanya di halaman pertama. (borry)